Jawa Travel

Papandayan, here we go!

on
27 Maret 2018

“It is not the mountain we conquer, but ourselves”-Sir Edmund Hillary

IMG_1316.JPG

           Yep ini cerita kami, sekumpulan orang yang ingin mencoba menjajaki kemampuan diri mendaki salah satu gunung api strato di Jawa Barat-Papandayan. Sebagian dari kami sudah lihai menjajal medan pegunungan, namun sebagian besar baru akan berkenalan dengan medan itu. Papandayan memang disarankan untuk para pemula, termasuk saya .

DSC_0516        Setelah 9 jam perjalanan dari basecamp Backpacker Jakarta akhirnya sampai di basecamp David dan disambut dengan hujan. Sambil menunggu hujan reda kami repacking dan sarapan terlebih dahulu. Sekitar pukul 11.30 kami berdoa bersama dan memulai pendakian. Beberapa meter pertama kita akan disambut dengan indahnya pepohonan Cantigi kemudian dilanjutkan dengan medan bebatuan disertai  pemandangan tebing-tebing dan kawah-kawah belerang aktif. Okay, this is it. Tanjakan-tanjakan awal yang harus kami lalui cukup bikin ngos-ngosan tapi pemandangan luar biasa ini sangat mengobati. Tanjakan-tanjakan sudah dibuat menjadi tangga sehingga memudahkan pendaki. Selama di area ini sangat disarankan  untuk menggunakan masker atau buff untuk mengurangi paparan asap belerang yang dapat membahayakan. Beberapa tanjakan lagi mengantarkan kami hingga ke Pos 1. Kami beristirahat sejenak, mengatur nafas, daaaan jajan. Yepp, di pos 1 ini kita disambut dengan warung yang full jajanan.

IMG-20180319-WA0031.jpg         Perjalanan dilanjutkan. Selepas pos 1 kita akan menghadapi medan yang lebih landai dengan pemandangan vegetasi hijau sejauh mata memandang. Inilah salah satu poin plus Papandayan, sebagian medannya masih cukup landai sehingga ramah bagi pemula. Tak hanya itu, jalur pendakian pun dihiasi spot-spot yang kece dan menarik untuk berswafoto. Seperti spot pepohonan Cantigi di ujung jalur yang landai ini. Setelah jalur yang landai, spot foto kece di Cantigi, dan melewati sungai kecil barulah kita dihadapkan pada medan yang cukup curam. Well, tenaga cukup terkuras disini. Kira-kira ada tiga tanjakan yang cukup terjal yang harus dihadapi. Tanjakan terakhir cukup terjal kira-kira mencapai 70-80o. Level up, tanjakan  terakhir tercapai *yeay*. Sepanjang jalan sisanya adalah jalanan mendaki, tak berapa lama sampailah di Pos 2. Di kawasan ini berdiri pos penjagaan (kalau tidak salah ingat) lengkap dengan toilet, musholla, dan beberapa warung. Sangat ramah pendaki bukan? Kami beristirahat sejenak disini sambil menunggu teman-teman yang sedang menjalankan sholat.

IMG_1228.JPG             Setelah melewati pepohonan Cantigi sekali lagi akhirnya kami pun sampai di area camping Pondok Saladah. Setelah menemukan spot diantara pepohonan Cantigi kamipun mendirikan tenda. Sebagian kemudian bergegas memasang tenda dan yang lain mempersiapkan makanan. Area pondok saladah berdiri beberapa warung, pendopo, bahkan toilet dengan air mengalir 24 jam. Sepanjang sore hingga malam kami habiskan  dengan beristirahat, makan malam, dan sharing. Oiya, langit malam yang cerah berbintang jangan sampai dilewatkan. Bila membawa kamera cukup mumpuni maka milky way bisa tertangkap kamera. Tak ada yang salah dengan malam itu kecuali kegaduhan karena tenda kami dikunjungi oleh satu dua ekor babi hutan. Well, area ini memang rumah mereka dan makanan kami pun sangat memancing mereka. Individu-individu inipun kerap datang padahal persediaan makanan sudah diamankan diatas pohon dan flysheet, dua tenda pun menjadi korban serangan babi. Beberapa teman akhirnya ‘jaga malam’ untuk menghalau babi  agar tidak mengacak-acak isi tenda sambil mengalihfungsikan peralatan nesting menjadi ‘lonceng pengusir babi’. Malam ini tentu sangat berkesan bagi kami terlebih teman-teman yang berjaga.

IMG_1327           Pagi menjelang, kami siap berburu sunrise. Lokasinya tak jauh dari pos 2, sekitar 10 menit dari area camping kami. Yep, sunrise tidak boleh dilewatkan saat mendaki gunung. Menikmati hari yang baru dengan pemandangan kabut yang mulai menguap dan menampakkan indahnya gunung Cikuray dan perbukitan disekitarnya. Setelah puas menikmati sunrise kami pun segera    sarapan dan kemudian bersiap untuk kembali turun. Perjalanan pulang kali ini melewati jalur yang berbeda. Kami melewati medan yang lebih curam dengan waktu tempuh yang lebih singkat. Jalur ini membawa kami terlebih dahulu ke hutan mati. Yep, spot favorit para pendaki yang tidak boleh dilewatkan. Area yang cukup luas ini dikelilingin tebing-tebing dan pepohonan yang sudah mati namun menyisakan batang-batang pohon yang masih tegak berdiri. Pemandangan yang sungguh indah dan tidak boleh dilewatkan lensa kamera.

          Perjalanan pulang kemudian kami tempuh dengan menuruni anak-anak tangga. Meskipun sudah lebih nyaman namun tetap hati-hati saat menuruni anak-anak tangga yang cukup curam ini. Tidak sampai satu jam kemudian kami sudah sampai kembali di area kawah Papandayan, dan berlanjut melewati medan yang landai untuk sampai kembali ke basecamp David. Jalur ini memang lebih singkat dan sering juga ditempuh pendaki untuk berangkat, namun tentunya akan menguras tenaga jauh lebih banyak dibandingkan jalur landai yang kami tempuh kemarin.

IMG-20180319-WA0143.jpg          Sesampainya di basecamp David sebagian memilih beristirahat, repacking, dan makan siang. Sebagian lagi memanfaatkan waktu untuk mencoba pemandian air panas di area camp David. Yaa sekarang telah dibuka area pemandian yang memanfaatkan mata air panas, cukup dengan membayar 25 ribu rupiah. Pada area ini dibuat sebuah kolam yang cukup besar dengan beberapa pancuran air. pemandangan pegunungan sambil berendam air hangat sangat pas untuk menghilangkan lelah setelah pendakian.

             Pendakian kali ini terasa sangat berkesan. Selain cuaca yang cukup mendukung, para peserta apalagi CP nan kece (Bang Cahya dan Bang Ramdhan) sangat bersahabat dan helpful.  Kami pun mengakhiri perjalanan 17-18 Maret 2018 itu dan bersiap pulang menuju Jakarta.

“You can’t fall if you don’t climb. But there’s no joy in living your whole life on the ground”

 

TAGS
RELATED POSTS
1 Comment
  1. Balas

    Nia Devy

    11 April 2018

    Very nice trip agnes 😍

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Agnes Nainggolan
Indonesia

Hi my name is Agnes and it's my time turner! I use this notes to tell people my story and all of good things I could get about life. Through all the places and things I see around the world, there isn't a best way to share my experience, follow my updates and discover with me the essence of life! and don't forget to share yours too!

Instagram
Instagram did not return any images.

Follow Me!