Bali

Terima kasih, Bali! (1)

on
6 Maret 2018

“Promise yourself that one day you will wake up in Bali”

Yep! Finally I’ve got my chance to wake up in Bali!

                Sudah lama Bali menjadi destinasi yang saya impikan untuk dikunjungi. Bali tak diragukan lagi merupakan primadona bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Nuansanya, keseniannya, bahkan perkembangan budayanya yang khas menjadi daya tarik yang luar biasa bagi jutaan orang. Demikian juga dengan saya, cerita teman-teman mengenai perjalannya ke Bali membuat saya sangat bersemangat dan menggebu-gebu ingin kesana (sorry yang ini lebay). Tak diragukan lagi Bali saya catatkan dalam destination goal saat saya menyusun life mapping saya.

         Impian itupun terwujud dengan cara yang tidak saya duga. Saat saya dan rekan penelitian saya sedang sibuk mengumpulkan data demi –karya maha agung mahasiswa bernama– skripsi, ia  memperoleh info sebuah simposium yang diadakan oleh Kebun Raya “Eka Karya” Bali. Tak disangka, Kebun raya pertama yang dibuat oleh putra Indonesia itu mengadakan simposium dengan topik yang sama dengan tema skripsi yang sedang kami kerjakan. Kesempatan ini cukup menantang, karena di satu sisi kami belum pernah menjadi peserta simposium dan di sisi lain kami dihadapkan dengan deadline pengerjaan skripsi agar bisa lulus tepat waktu. Akhirnya dengan kekuatan restu orang tua dirumah dan orang tua dikampus a.k.a dosen pembimbing kami memberanikan diri untuk mendaftar. Abstrak kemudian disusun dan dikirimkan beserta harapan yang besar.

“Kesempatan tak datang dua kali, dan terkadang kesempatan itu muncul di saat-saat sempit bin mepet”

         Deg-degannya pake banget setelah Letter of Acceptance kami terima, campur aduk antara perasaan bahagia akhirnya semakin dekat dengan Bali dan perasaan khawatir luar biasa karena ke Bali bukan sekedar jalan-jalan tapi harus presentasi hasil penelitian. Kami punya waktu yang terbilang singkat untuk mempersiapkan semuanya, mulai dari persiapan pribadi untuk presentasi di simposium, konsultasi dan pendalaman materi dengan dosen pembimbing, perencanaan perjalanan, daaaan persiapan seminar hasil penelitian di kampus (angin maha segar bagi mahasiswa tingkat akhir). Setelah urusan seminar di kampus kelar akhirnya di akhir Juli kami berangkat ke Bali *yeayy*.

        Berhubung kami masih mahasiswa, tingkat akhir pulak, perjalanan ke Bali akhirnya kami tempuh ala backpacker. Petualangan ke Bali kami tempuh dengan kereta ke Surabaya terlebih dahulu (kereta ekonomi Pasar Senen-Surabaya Gubeng *so challenging*. Berhubung teman saya domisili Surabaya sekalian silaturahmi dan transit deh. Perjalanan kemudian kami lanjutkan dengan bus travel Surabaya-Bali. Bus ini mengantarkan kami dengan selamat hingga terminal Ubung. Simposium yang akan kami hadiri berlokasi di Bedugul sehingga dari terminal Ubung kami melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum yang kearah Singaraja dan turun di Bedugul. Pagi di Bali kami nikmati dengan mengagumi perjalanan ke Bedugul yang sangat cantik. Karena Bedugul merupakan dataran tinggi maka sepanjang perjalanan yang terlihat adalah hamparan sawah berbentuk sengkedan yang berundak-undak khas Bali, diselingi dengan rumah-rumah yang lengkap dengan gapura, pura, dan wangi dupa di sepanjang perjalanan. Berhubung kami sampai di Bali pagi hari maka pemandangan masyarakat yang habis beribadah lengkap dengan pakaian adatnya pun menambah kesan indahnya Bali.

      Menjelang tengah hari kami baru sampai di Bedugul, disambut dengan gapura selamat datang di Kebun Raya “Eka Karya” Bali. Kami menuju penginapan, berbenah, kemudian menuju Kebun Raya untuk registrasi ulang peserta. Hari itu kami habiskan dengan mengelilingi Kebun Raya kemudian berkunjung ke icon hits Bali di Bedugul. Icon yang muncul di lembaran uang 50ribuan. Yep, it’s pura Ulun Danu Beratan! (cerita lengkap jalan-jalannya akan muncul di blog berikutnya ya :D)

Gapura Kebun Raya "Eka Karya" Bali

         Hingga sore hari kami baru kembali ke penginapan dan beristirahat. Well, kesempatan yang begitu berharga akhirnya bisa terwujud. First day in Bali! Tidak sabar rasanya untuk bangun esoknya dan menikmati lagi keindahan Bali. Haha, tentunya terlebih dahulu kami harus menyelesaikan simposium selama tiga hari kedepan.

Terima kasih, Bali!

 

TAGS
RELATED POSTS
14 Comments
  1. Balas

    HannaConnia

    7 Maret 2018

    As people said, “Bali selalu membuatmu ingin kembali”. The Heaven On Earth.

    • Balas

      agnesnotes

      7 Maret 2018

      indeed! nulis ini aja ak kebayang-bayang mau ke Bali lagi ka 😀

      • Balas

        HannaConnia

        7 Maret 2018

        Tapi saran gue mending cari tempat lain, atau yang belum pernah di explore di Bali. Bali terlalu luas kalau dikunjungin sekali hahaha

  2. Balas

    estalinafebiola

    7 Maret 2018

    kayak si unyil di “laptop si unyil”..
    jalan-jalan di-bundling sama edukasi 🙂

  3. Balas

    indriatigusti

    7 Maret 2018

    Sambil nyelam minum air ya…travelling dan skripsi…keren

  4. Balas

    Antin Aprianti

    7 Maret 2018

    Tulisannya sudah cukup baik, next artikel dicoba menulis lebih dari 1000 kata ya kak. Keep writing!!

    • Balas

      agnesnotes

      8 Maret 2018

      Syeeepp 💁

  5. Balas

    dewirtd

    8 Maret 2018

    jalan jalan ke bali lagi yuk….aku jg blm puas explore bali. asik nih belajar sambil jalan-jalan

    • Balas

      agnesnotes

      8 Maret 2018

      Yuuuk ka 😁

  6. Balas

    jejakkakimela

    14 Maret 2018

    Masih banyak destinasi lain di Bali ka, coba diexplore lagiiii.. Anyway, Bali emang ngangenin *lope*

  7. Balas

    jalanhidupsenang

    15 Maret 2018

    Wah .. seru banget.. kalo dari surabaya nya naik kereta lebih asyik lagi tuh.. soalnya pamandangannya bagus banget di jalur kereta surabaya-banyuwangi

  8. Balas

    Situs Daus

    15 Maret 2018

    Bali. Memang selalu ngangenin. 🙂 Thanks for sharing this! It makes me miss Bali a lot.

  9. Balas

    cumiikawaii

    19 Maret 2018

    jadi kepengen ke bali

  10. Balas

    Yunita Tresnawati

    9 April 2018

    Pertama melihat blog ini, aku suka sekali judulnya: Notes to remember. Kalimat pembukanya juga keren, eye catching banget. Semangaat yaa

LEAVE A COMMENT

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Agnes Nainggolan
Indonesia

Hi my name is Agnes and it's my time turner! I use this notes to tell people my story and all of good things I could get about life. Through all the places and things I see around the world, there isn't a best way to share my experience, follow my updates and discover with me the essence of life! and don't forget to share yours too!

Instagram
Instagram did not return any images.

Follow Me!